Rabu, 08 Agustus 2012

Oleh Bapak Saleh Wailissa

Menelusuri Potensi Kekayaan Alam Desa Tamilouw Yang Masih Misteri

Potensi Kekayaan Alam Desa Tamilouw Masihkah Misteri?



    Desa Tamilouw sebagaimana desa-desa lainnya memiliki keunikan tersendiri, baik mengenai keadaan wilayah secara geografis maupun keadaan social, ekonomi budaya dan politik. Desa Tamilouw dan petuanannya antara lain dusun Ampera (Naman Lalin), Dusun Yalahatan (Namanan), Dusun Lateri dan beberapa anak dusun selama ini tetap akan menjadi desa adat yang menghargai dan melestarikan peran-peran kehidupan social, budaya, ekonomi dan politik sesuai dengan tradisi yang secara turun temurun di jalankan oleh masyarakatnya. Seiring dengan kemajuan Ilmu pengetahuan dan teknologi, maka turut pula mempengaruhi dinamika kehidupan masyarakat desa, termasuk di dalamnya konsensus-konsensus tradisoinal yang telah terbangun sejak jaman dahulu. Namun demikian pergeseran tersebut tidak menghilangkann makna dan nilai tradisi yang dianut dan diyakni oleh masyarakat desa setempat. Dipihak lain masyarakat desa adat yang menghargai dan menjalankan tradisinya tetap menempatkan kemajuan jaman tersebut
sebagai bagian penting untuk menopang dinamisasi proses-proses social, budaya, politik dan ekonomi. Hal inilah yang menjadikan suatu desa adat tetap menjaga konsistensinya dalam mengaktualisasikan peran-peran tersebut di tengah derasnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Demikian pula dengan desa Tamilouw sebagai desa adat tetap berkomitmen untuk melestarikan tadisi yang hidup dan berkembang dalam masyarakat, disamping itu juga tetap mengadopsi hal positif dari kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Masyarakat desa Tamilouw saat ini tidak lagi dianggap sebelah mata atau dianggap remeh, seperti halnya sebelum era desentralisasi yang lalu. Desa Tamilouw memiliki potensi yang luar biasa untuk turut berperan dalam pembangunan di Kabupaten Maluku Tengah. Sebagai contoh dibidang politik, pada pemilu legislate 2009 lalu, desa Tamilouw berhasil menyumbang 3 anggota legislatif untuk DPRD Kabupaten Maluku Tengah dan 1 anggota legislative untuk DPRD Propinsi Maluku. Dengan jumlah penduduk 10.000 (sepuluh ribu) lebih jiwa, maka bukan tidak mungkin desa ini suatu saat turut menentukan kepemimpinan di Kabupaten Maluku Tengah. Selain potensi social, budaya dan politik, tidak kalah pentingnya yakni potensi ekonomi yang dimiliki desa Tamilouw. Desa Tamilouw dikelilingi oleh sungai besar dan kecil dan hamparan perbukitan maupun pegunungan dengan hutan yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan dan tanaman industri yang tumbuh liar. Selain itu hutan pengunukan juga terdapat areal perkebunan rakyat yang kebanyakan didominasi oleh tanaman cengkih, pala dan kelapa disamping tanaman buah-buahan. Panorama pantai yang indah mengelilingi sebagaian pantai di petuanan desa Tamilouw, bisa dijadikan kawasan wisata pantai yang menyenangkan. Secara sepintas jika berkunjung ke desa Tamilouw anda pasti memperoleh banyak inspirasi untuk ingin mengembangkan desa Tamilouw yang secara ekonomi masih harus dan perlu di kembangkan. Potensi kekayaan alam lainnya dari desa Tamilouw, seperti potensi pertambangan, potensi kekayaan flora dan fauna, potensi wisata maupun potensi kehutanan., Namun potensi kekayaan alam desa Tamilouw tersebut belum diolah atau dikelola dengan baik. Hal ini bisa di maklumi karena berbagai keterbatasan yang di miliki. Sebut saja potensi wisata Goa Alam yang tidak hanya goa Akohi tapi juga goa alam lainnya yang belum di ketahui, Wisata Air Terjun, ada juga wisata Hatumari tempat terdapatnya nama “Air Kolam Susu” yang menjadi tempat perjanjian tiga kampung atau tiga negeri bersaudara, yakni Tamilouw, Hutumuri dan Sirisori. Potensi wisata pantai seperti sepanjang pantai Namaulun, Wae-putih, Hatumari, lesin sampai Yahelau. Sepanjang pantai Kohu, Yana dan Lahati serta kawasan wisata pantai lainnya. Wisata alam pegunungan, wisata air sungai dll. Potensi wisata religi atau wisata spiritual antara lain, Lokasi Perjanjian Tiga Kampung Bersaudara (Tamilouw, Hutumuri, Sirisori) di pantai Hatumari. Ada juga Makam Keramat Penyiar Agama Islam pertama di desa Tamilouw dari silsilah keturunan Wailissa di pantai Wae-putih, kampung pertama Akohi, yang diperkirakan keberadaannya sampai tahun 600 an masehi, Hatu-Silih atau Batu Keramat, Rumah Adat Baileu di dusun Namanan dll. Potensi flora dan fauna meliputi unggas dengan berbagai jenis, hewan berbagai jenis temasuk Rusa yang banyak di jumpai di hutan-hutan desa Tamilouw. Potensi perkebunan yang sudah di nikmati turun temurun, yakni cengkeh, pala, kelapa, coklat, juga tanaman sagu yang menjadi makanan pokok dan tumbuh di daerah lembab. Tanaman ini terdapat di hampir semua desa di pulau Seram. Sedangkan potensi pertambangan yang saat ini masih menjadi misteri adalah emas dan miyak bumi. Potensi kekayaan hutan tanaman idustri sepert rotan, mintanggor dan lainnya yang tumbuh liar dan sama sekali belum di budi dayakan. Selain itu terdapat pula salah satu jenis tumbuhan atau tanaman yang menghasilkan bahan baku untuk kebutuhan rumah tangga dan industri yang di daerah lain di Indonesia menjadi komuditas utama bahan baku industri Khusus untuk tanaman yang bernilai tersebut merupakan tanaman yang tumbuh di kawasan khusus di daerah pegunungan desa Tamilouw berada dilahan yang luasnya ratusan maupun ribuan Ha. Tanaman ini kalau sudah diolah bisa membangkitkan dan meningkatkan ekonomi Maluku Tengah maupun Maluku. Tanaman ini juga selama masih hidup tetap akan menghasilkan karena yang di hasilkkan dari tanaman ini adalah sarinya yang keluar sendiri dari batang pohon tanaman tersebut. Oleh karena itu sudah waktunya potensi kekayaan alam tersebut di telusuri, di teliti, di eksplorasi dan diolah untuk kepentingan kesejahteraan ekonomi desa Tamilouw, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku maupun untuk kepetingan bangsa dan negara. Namun demikian, masyarakat dan desa Tamilouw sebagai pemilik sah potensi kekayaan alam tersebut haruslah tetap meajadi penentu utama dalam kelanjutan proses mewujudkannya. Untuk itu, guna mendapatkan informasi dan sekaligus ingin menjadi investor, secara umum anda di haruskan :
1. Mencari informasi melalui pemerintah desa Tamilouw 
2. Memenuhi proses-proses pemerintahan dan adat desa Tamilouw. 
3. Memperoleh pengakuan kepercayaan secara sosial, budaya, politik, ekonomi dan politik dsan keamanan dari pemerintah desa Tamilouw maupun Pemkab Maluku Tengah Informasi dan lainnya tetap harus selalu dimungkinkan untuk meminimalisir resiko atau hambatan yang akan di hadapi. Namun demikian kita tetap optimis untuk dapat mewujudkan sumber-sumber potensi kekayaan alam yang masih misteri tersebut, karena sampai dengan saat ini belum secara menyeluruh dilakukan penelitian dan pemetaan terhadap kemungkinan adanya potensi kekayaan alam yang dimiliki di setiap daerah termasuk di desa Tamilouw. 
   Oleh karena itu kita harus berupaya semaksimal mungkin menemukan, mengekplorasi dan kemudian mengolah potensi kekayaan alam tersebut untuk kepentingan umat manusia. Sekaranglah saatnya untuk memperoleh hasil dari sebuah penantian panjang.

Apakah anda ingin mengunjungi
desa Tamilouw? Inilah arahnya


Untuk mengunjungi desa Tamilouw, anda harus menentukan dengan kendaraan apa anda kesana. Pastikan anda akan memilih cara terbaik dari berbagai aspek dan tercepat untuk sampai di desa Tamilouw, yakni :

1) Melalui pesawat udara dari Bandara Pattimura yang berada di pulau Ambon manuju Bandara Perintis Amahai di pulau Seram yang terletak di ibu kota Kec. Amahai Kabupaten Maluku Tengah sekitar 20 km arah timur dari Kota Masohi ibu kota Kabupaten Maluku Tengah. Dari Bandara Perintis Amahai, kemudian anda menggunakan kendaraan darat ke arah timur kurang lebih 2 jam anda sudah berada di desa Tamilouw.

Selain itu anda juga bisa menggunakan kendaraan laut dari pelabuhan kapal motor di Wairutung, Mamoking, Hurnala di desa Tulehu pulau Ambon menuju pelabuhan Amahai di Amahai pulau Seram. Setelah tiba di dermaga Amahai, anda kemudian menggunakan kendaraan darat dari Terminal Amahai atau menggunakan kendaraan carteran untuk menuju desa Tamilouw kurang lebih 2 jam perjalanan.

2). Melalui Kapal Motor Penyeberangan dari Dermaga Penyeberangan Hunimua di desa Liang yang berada di pulau Ambon menuju Dermaga Penyeberangan Waepirit yang terdapat di pulau Seram. Dari Dermaga Waepirit anda kemudian menggunakan kendaraan darat menuju ke arah timur atau menuju ke kota Masohi ibu kota Kabupaten Maluku Tengah. Setelah berada di Kota Masohi, kemudian anda diharuskan melanjutkan perjalanan ke arah timur sekitar kurang lebih 2,5 jam untuk sampai di desa Tamilouw.



4 komentar:

Posting Komentar

Pesan dengan makna yang tidak sopan tidak akan ditampilkan.....